Paris – Otoritas Prancis tengah menerapkan kewaspadaan tinggi akan kemungkinan serangan teroris. Ini dilakukan setelah otoritas menerima informasi bahwa seorang wanita pengebom bunuh diri berencana menyerang sistem transportasi di negeri itu.

Menteri Dalam Negeri Prancis Brice Hortefeux mengatakan, Prancis menghadapi ancaman terorisme seiring adanya serangan balasan dari militan-militan al Qaeda di Afrika Utara.

“Ancaman terorisme nyata adanya dan sekarang ini kami telah meningkatkan kewaspadaan kami,” kata Hortefeux kepada para wartawan seperti dilansir Reuters, Selasa (21/9/2010) tanpa menjelaskan secara rinci ancaman tersebut.

Menurut sumber kepolisian Prancis, otoritas Prancis telah diingatkan… oleh otoritas Aljazair mengenai kemungkinan ancaman dari seorang wanita pengebom bunuh diri terhadap sistem metro Paris. Saat ini sedang dilakukan investigasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Prancis tidak pernah mengalami serangan teroris besar sejak tahun 1995 silam. Saat itu kelompok Islam Bersenjata Aljazair meledakkan sebuah stasiun metro Paris hingga menewaskan 8 orang dan melukai lusinan orang.

Otoritas Prancis sebelumnya mengingatkan, serangan teroris mungkin terjadi sejak gagalnya upaya di Mali untuk menyelamatkan seorang warga Prancis yang disandera sayap al Qaeda Afrika Utara (AQIM) pada Juli lalu.<www.detikNews.com>