Syabab.Com – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menimbulkan kegeraman di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis, 23/09/201, ketika ia mengatakan bahwa kebanyakan orang yakin pemerintah Amerika Serikat-lah yang melakukan serangan 11 September. Ia juga memicu aksi mundur (walkout) di Majelis Umum PBB tidak lama setelah Presiden AS Barack Obama menawarkan rancangan negosiasi dengan Iran mengenai masalah nuklir.

“Dikatakan bahwa sekitar tiga ribu orang tewas pada 11 September yang kami semua sangat sedih. Namun, sampai sekarang, di Afghanistan dan Irak ratusan ribu orang telah tewas, luka dan jutaan pengungsi dan konflik masih terjadi dan memperluas,” kata Ahmadinejad.

Presiden Iran itu mengemukakan suatu teori bahwa “beberapa unsur pemerintah AS mengatur serangan untuk membalikkan kondisi perekonomian Amerika yang melemah dan untuk menggenggam Timur Tengah sekaligus demi menyelamatkan rezim Zionis.“Orang-orang tertindas di Palestina telah hidup di bawah kekuasaan rezim pendudukan selama 60 tahun, telah kehilangan kebebasan, keamanan dan hak untuk menentukan nasib sendiri, sementara penjajah diberi pengakuan,” katanya lagi.

“Pada setiap hari,” ia menambahkan, “rumah-rumah telah dihancurkan di atas kepala perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah. Orang-orang kehilangan air, makanan dan obat-obatan di negeri sendiri.. Kaum Zionis telah memberlakukan lima perang habis-habisan di negara-negara tetangga dan pada rakyat Palestina. “

Presiden Ahmadinejad juga menyinggung pembakaran al-Quran baru-baru ini di AS sebagai “tindakan buruk dan tidak manusiawi” terhadap Kitabullah yang dibawa oleh Nabinya umat Islam yang menyerukan untuk “menyembah satu Tuhan, keadilan, belas kasihan terhadap orang-orang, pembangunan dan kemajuan, bercermin dan berpikir, membela yang tertindas dan melawan terhadap penindas. “

Dia kemudian menekankan bahwa Al Qur’an dibakar “untuk membakar semua kebenaran dan penilaian yang baik.” Namun, ia menambahkan, “kebenaran tidak dapat terbakar.”

Delegeasi AS Walkout: Memalukan!

Sungguh sangat memalukan, mendengar pidato ‘berani’ Ahmadinejad tersebut, delegasi AS memimpin aksi walkout delegasi Barat yang marah karena komentarnya atas serangan 9/11 yang hanya berjarak 6 Km dari markas PBB itu. Delegasi Uni Eropa segera menyusul keluar setelah delegasi AS.

“Mayoritas rakyat AS begitu juga politisi dan pemimpin lain setuju atas pandangan ini,” katanya yang membuat keheranan peserta di ruangan itu.

Delegasi AS mengecam pemimpin Iran tersebut dalam satu pernyataan yang dikeluarkan bahkan sebelum Ahmadinejad menyelesaikan pidatonya.

“Dibanding mewakili aspirasi dan niat baik dari warga Iran, Ahmadinejad malah kembali memilih untuk menyampaikan teori konspirasi keji dan sentimen anti-Semit yang menjijikkan dan tidak berdasar,” kata Mark Kornblau, juru bicara delegasi AS.

Obama tidak memberikan komentar secara publik tapi seorang pejabat senior AS mengatakan, “Presiden memaknai pernyataan itu sebagai sesuatu yang menyakitkan dan menyerang, khususnya karena disampaikan berdekatan dengan lokasi Ground Zero.”

Menteri Luar Negeri Kanada, Lawrence Cannon, mengatakan pernyataan Ahmadinejad sebagai “pelanggaran besar atas standar internasional dan semangat PBB.”

Pemimpin Iran itu kerap melakukan hal kontroversial di sidang Majelis Umum PBB. Tahun lalu ia melakukan aksi mundur setelah memberi pernyataan mengenai Israel.

Demikianlah seharusnya siapa pun para penguasa negeri Muslim harus berani mengatakan kebenaran dan Islam di mana pun. Jika saja ada Amirul Mukminin bagi umat ini yang menjadi perisai mereka di bawah naungan Khilafah, tentu lebih dari itu. Khilafah akan memberikan pelajaran nyata atas tindakan tak manusiawi negeri-negeri penjajah. Insya Allah, kehadirannya tak akan lama lagi. [m/ant/prstv/syabab.com]